Banyak orang
yang berusaha menjalani pola hidup sehat, terutama lewat makanan. Meski
demikian, tak sedikit pula yang tidak menyadari kekeliruan mereka soal
kebiasaan makan atau minum. Berikut ini kebiasaan salah yang paling sering
terjadi.
1. Menyantap makanan diet
Banyak orang yang berusaha menjaga berat badan dengan menyantap menu diet. Alhasil, mereka merasa tidak puas atau tidak kenyang. Ujungnya, mereka mencari makanan kecil sebagai camilan.
2. Terlalu banyak makanan sehat
Keinginan untuk hidup sehat membuat banyak orang hanya memilih makanan sehat, seperti sayuran, buah, biji-bijian, dan sebagainya. Yang menjadi masalah, mereka kadang menyantap makanan sehat itu secara berlebihan. Memilih bubur gandum untuk sarapan memang lebih baik dibanding roti terigu isi daging. Tapi, bila bubur gandum tersebut dimakan dalam jumlah berlebihan, tentu tidak baik pula.
1. Menyantap makanan diet
Banyak orang yang berusaha menjaga berat badan dengan menyantap menu diet. Alhasil, mereka merasa tidak puas atau tidak kenyang. Ujungnya, mereka mencari makanan kecil sebagai camilan.
2. Terlalu banyak makanan sehat
Keinginan untuk hidup sehat membuat banyak orang hanya memilih makanan sehat, seperti sayuran, buah, biji-bijian, dan sebagainya. Yang menjadi masalah, mereka kadang menyantap makanan sehat itu secara berlebihan. Memilih bubur gandum untuk sarapan memang lebih baik dibanding roti terigu isi daging. Tapi, bila bubur gandum tersebut dimakan dalam jumlah berlebihan, tentu tidak baik pula.
3. Melupakan
makan
Melupakan atau meninggalkan makan demi menurunkan berat badan bukanlah keputusan bijaksana. Dampaknya adalah kalori yang terbakar justru lebih sedikit karena tubuh memerlukan makanan sebagai bahan bakar dan sumber tenaga.
Efek lainnya adalah keinginan untuk makan justru memuncak di malam hari sebagai "pembalasan". Padahal aktivitas pada waktu tersebut sangat minim dan tenaga yang dibutuhkan tidak banyak, sehingga makanan hanya menumpuk di perut.
4. Menghitung kalori
Terus menghitung kalori makanan bila hendak menyantapnya sungguh melelahkan, meski mungkin berdampak baik bila ingin menjaga berat badan. Sebuah penelitian menunjukkan selalu menghitung kalori membuat para wanita justru stres. Meningkatnya stres juga akan memperbanyak kortisol, hormon yang akan menambah nafsu makan.
5. Takut pada lemak
Banyak orang takut pada makanan yang mengandung lemak, padahal tak semua lemak jahat. Lemak yang baik, seperti yang didapat dari alpukat, minyak zaitun, dan kacang-kacangan, justru bisa membantu usaha menurunkan berat badan karena mampu membuat kenyang lebih lama.
6. Makan karena emosi
Tidak lapar tapi ingin makan karena kesal, bosan, atau stres. Kebiasaan ini jelas tidak baik dan hanya menjadi penghalang buat mereka yang ingin menurunkan berat badan.
Melupakan atau meninggalkan makan demi menurunkan berat badan bukanlah keputusan bijaksana. Dampaknya adalah kalori yang terbakar justru lebih sedikit karena tubuh memerlukan makanan sebagai bahan bakar dan sumber tenaga.
Efek lainnya adalah keinginan untuk makan justru memuncak di malam hari sebagai "pembalasan". Padahal aktivitas pada waktu tersebut sangat minim dan tenaga yang dibutuhkan tidak banyak, sehingga makanan hanya menumpuk di perut.
4. Menghitung kalori
Terus menghitung kalori makanan bila hendak menyantapnya sungguh melelahkan, meski mungkin berdampak baik bila ingin menjaga berat badan. Sebuah penelitian menunjukkan selalu menghitung kalori membuat para wanita justru stres. Meningkatnya stres juga akan memperbanyak kortisol, hormon yang akan menambah nafsu makan.
5. Takut pada lemak
Banyak orang takut pada makanan yang mengandung lemak, padahal tak semua lemak jahat. Lemak yang baik, seperti yang didapat dari alpukat, minyak zaitun, dan kacang-kacangan, justru bisa membantu usaha menurunkan berat badan karena mampu membuat kenyang lebih lama.
6. Makan karena emosi
Tidak lapar tapi ingin makan karena kesal, bosan, atau stres. Kebiasaan ini jelas tidak baik dan hanya menjadi penghalang buat mereka yang ingin menurunkan berat badan.
Sumber : https://cantik.tempo.co/
Melancarkan buang air besar dan mengeluarkan racun sisa kotoran lama (karsinogen) yang menempel di dinding usus besar
Menjaga kesehatan saluran pencernaan
Mengatur kadar gula darah
Menurunkan kadar kolesterol sehingga menurunkan resiko penyakit jantung
Membantu menurunkan berat badan
Merampingkan Perut
Petunjuk Penyajian FiForLif:
Tuang satu sachet FiForLif ke dalam gelas / shaker
Tambahkan 200ml air putih (suhu kamar)Aduk / shake secara rata
Segera minum setelah di aduk / di shake selagi belum mengental.
Untuk terapi awal / program diet : 2-3 sachet sehari
Untuk kesehatan colon / pencernaan : 1 sachet sehari sebelum tidur
Note : Tidak dianjurkan untuk wanita hamil, wanita menyusui, balita dan anak-anak <5 tahun
Fiforlif (1 box isi 15 sachet @15g) harga Rp 320.000
Hubungi kontak:
AMOS
SMS/WA/LINE : 081310189789
https://tokoherbalpapiamos.blogspot.co.id
https://herbalsehatweb.wordpress.com
https://tokoherbalpapiamos.blogspot.co.id
https://herbalsehatweb.wordpress.com
Facebook Page : @sumbersehatabe
IG : @herbalsehatabe
IG : @herbalsehatabe
TWITTER : @AmosVe_ABE
MID : 0044050

No comments:
Post a Comment